BERANDA PROFIL DUKJK LAYANAN SMAP BERITA TERBARU PERATURAN DATA JAKON PELATIHAN PENGAWASAN MASUK SISTEM

Berita Terkini

SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar seri 10 : Dengan BIM bisa lebih efektif dan efisien
Webinar Bidang Jasa Konstruksi Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat Seri-10 Tahun 2026 “Dengan BIM bisa lebih efektif dan efisien” Building Infromation Modeling (BIM) bukan sekadar software. BIM adalah proses kolaboratif berbasis model digital yang mencakup geometri, data dan infromasi seluruh siklus hidup aset bangunan atau infrastruktur. Keuntungsn menggunakan BIM , kita menghemat biaya dalam proses konstruksi dan bisa menyelesaikan waktu lebih cepat “Waktu dan biaya sangat berkaita erat, makin cepat biaya lebih hemat”. Manfaat terukur BIM : Penghematan biaya konstruksi 10-20%, Pengurangan waktu Proyek 7-15%, Pengurangan rework 40%, penghematan biaya O&M 25% dan Margin error estimasi biaya 3%. Demikian seperti dipaparkan nara sumber Ar. Aldissain Jurizat,M.Ars. G.P., IAI dalam Webinar JakonJabar Seri 10, yang diselenggarakan oleh Bidang Jasa Konstruksi Dinas BMPR, Kamis (23 April 2026) yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. BIM dibagi dalam 2 Model berdasarkan ISO 19650, yaitu PIM Project Information Model adalah Model BIM pada fase konstruksi yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan teknis dan konstruksi sebagai referensi untuk menghasilkan gambar kerja. PIM Digunakan dalam pelaksanaan kontruksi untuk menghasilkan sebuah projek sesuai denga napa yang sudah gambar, sesuai dengan dituliskan dalam SPEK/ dicantum dalam RAB. PIM menjamin informasi-informasi yang dibutuhkan tersedia dalam proses pelaksanaan konstruksi. Sementara AIM Asset Information Model adalah Model BIM as Built yang diserahkan pada saat project Clossing untuk kebutuhan operasional dan pemelihraan aset sesuai persyaratan pemberi tugas. AIM biasanya digunakan pada after project. Building Infromation Modeling (BIM) bukan sekadar software. BIM adalah proses kolaboratif berbasis model digital yang mencakup geometri, data dan infromasi seluruh siklus hidup aset bangunan atau infrastruktur. Keuntungsn menggunakan BIM , kita menghemat biaya dalam proses konstruksi dan bisa menyelesaikan waktu lebih cepat “Waktu dan biaya sangat berkaita erat, makin cepat biaya lebih hemat”. Manfaat terukur BIM : Penghematan biaya konstruksi 10-20%, Pengurangan waktu Proyek 7-15%, Pengurangan rework 40%, penghematan biaya O&M 25% dan Margin error estimasi biaya 3%. Demikian seperti dipaparkan nara sumber Ar. Aldissain Jurizat,M.Ars. G.P., IAI dalam Webinar JakonJabar Seri 10, yang diselenggarakan oleh Bidang Jasa Konstruksi Dinas BMPR, Kamis (23 April 2026) yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. BIM dibagi dalam 2 Model berdasarkan ISO 19650, yaitu PIM Project Information Model adalah Model BIM pada fase konstruksi yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan teknis dan konstruksi sebagai referensi untuk menghasilkan gambar kerja. PIM Digunakan dalam pelaksanaan kontruksi untuk menghasilkan sebuah projek sesuai denga napa yang sudah gambar, sesuai dengan dituliskan dalam SPEK/ dicantum dalam RAB. PIM menjamin informasi-informasi yang dibutuhkan tersedia dalam proses pelaksanaan konstruksi. Sementara AIM Asset Information Model adalah Model BIM as Built yang diserahkan pada saat project Clossing untuk kebutuhan operasional dan pemelihraan aset sesuai persyaratan pemberi tugas. AIM biasanya digunakan pada after project.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 07 Tahun 2026 - Manajemen Konstruksi sebagai Konduktor Proyek
Webinar JakonJabar Seri - 07 dengan tema "Manajemen Konstruksi sebagai Konduktor Proyek" diselanggarakan, Rabu 11 Maret 2026 dengan Nara Sumber : Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., P.hd. Guru Besar ITB dengan moderator Andrianto Oktavianus ST, M.Sc, Ph.D Dosen ITB. Dalam paparannya, narasumber mengatakan bahwa manajemen konstruksi, bukan masalah administrasi meskipun penting untuk membuat laporan, tetapi yang paling penting bagaimana bekerja di lapangan bagaimana berproduksi. Selanjutnya nara sumber memaparkan mengenai Manajemen Operasi Konstruksi (MOK). Operasi kontruksi adalah kegiatan berulang menghasilkan produk. Terdapat pembatas antara kontraktor dengan sub kontraktor dengan mekanisme sub kontraktor yang transaksional. Kontraktor fokus ke manajemen proyek, sementara sub kontraktor fokus ke manajemen operasional. Seharusnya tidak dikotomi antara manajemn proyek dan manajemen operasi. Rekomendasi implementasi MOK , diterapkan dalam kontek Teknologi, Kontesk Organisasi, Konteks Lingkungan.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 08 Tahun 2026 - Detail Keandalan Bangunan Gedung Aspek Struktur pada Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Bidang Jasa Kontruksi Dinas Bina Marga dan penataan Ruang Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan Webinar JakonJabar Seri 08 dengan tema "Detail Keandalan Bangunan Gedung Aspek Struktur pada Sertifikat Laik Fungsi (SLF)", Rabu (8 April 2026) dengan nara sumber Ir. Eko Walujodjati S.T., M.T. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) mengamanatkan bahwa bangunan tidak hanya sekadar berdiri, tetapi harus menjamin perlindungan mutlak bagi penggunannya. Bangunan yang layak huni mempunyai empat pilar, yaitu keselamatan, Kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Keandalan Struktur Bangunan meliputi Anatomi, Diagnosis dan Mitigasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah “tulang punggung” keselamatan Gedung berdasarkan standar SNI dan regulasi SLF. Bangunan yang memenuhi SNI dirancang untuk memberikan peringatan yang cukup runtuh. Beton boleh retak, baja boleh melentur, tetapi nyawa manusia harus sempat diselamatkan. Landasan SLF adalah UU No. 28 tahun 2022, UU No. 6 tahun 2023 dan PP No. 16 Tahun 2021. SLF bukan hanya formalitas administrasi melainkan instrument perlindungan hukum bagi pemilik bangunan, melindungi keselamatan penggunan dari resiko struktural. Dan SLF memiliki masa berlaku 5 tahun umum , 20 tahun hunian untuk pemeriksaan struktur berkala. Mengenai Keandalan Bangunan Gedung dalam aspek struktur pondasi peda SLF sangat penting karena Pondasi sebagai penyalur beban yang menjamin stabilitas total Gedung sesuai standar Teknik Indonesia. Deteksi dini Keandalan dengan pemasangan Settlement marker dan monitoring berkala (6 bulan sekali) untuk mendeteksi pergeran elevasi sebelum menjadi bencana. Mencegah kegagalan pondasi jauh lebih murah daripada memperbaikinya. Untuk parameter umum keandalan kolom meliputi : 1. Vertikal : Kolom harus tegak lurus, jika miring muncul momen tambahan akibat efek P/ Delta, 2. Integritas Sambungan : Titik pertemuan kolom balok adalah area paling kritis, terutama ketahanan gempa dan 3. Kapasitas Aksial & lentur , dimensi kolom harus sanggup menahan sesuai fungsi Gedung saat ini.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Bimbingan Teknis - Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, DBMPR Jabar Perkuat Pengawasan Pekerjaan Jalan dan Saluran
BANDUNG – Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat, 05 - 06 Maret 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan aspek pengawasan dengan tema “Prosedur Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Hotmix, Beton dan Saluran U-Ditch”. Bimtek ini menghadirkan dua pakar senior di bidang infrastruktur sebagai narasumber, yaitu Ir. Sutjipto, M.EngSc., IPU dan Heru Judi H. Gultom S.T., M.T. Dalam paparannya, para ahli menekankan bahwa kualitas akhir sebuah infrastruktur sangat bergantung pada ketatnya pengawasan selama proses pelaksanaan, mulai dari penjaminan mutu material hotmix, konsistensi campuran beton, hingga akurasi elevasi pada pemasangan saluran drainase U-Ditch. Acara yang dipandu oleh Ir. Joko Purnomo, MT selaku moderator ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI). Peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat jasa konstruksi menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi intensif mengenai kendala teknis yang sering ditemui di lapangan serta solusi aplikatifnya sesuai standar spesifikasi umum. Melalui bimbingan teknis ini, DBMPR Jawa Barat berharap para pengawas lapangan dan praktisi konstruksi memiliki kesamaan persepsi dan pemahaman yang mendalam mengenai prosedur standar operasional. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kegagalan pekerjaan dan memastikan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat memiliki daya tahan yang optimal bagi masyarakat. Berdasarkan pelaksanaan Bimbingan Teknis selama dua hari tersebut, dapat dirangkum beberapa poin kesimpulan sebagai berikut: 1. Standardisasi Pengawasan: Prosedur pengawasan pada pekerjaan Hotmix, Beton, dan U-Ditch harus dilakukan secara berlapis, mulai dari pemeriksaan material di plant hingga metode pemadatan di lapangan untuk menjamin kualitas struktur yang berkelanjutan. 2. Mitigasi Risiko Kegagalan: Pemahaman mendalam mengenai titik-titik kritis (critical points) dalam pelaksanaan pekerjaan beton dan saluran sangat efektif untuk mencegah kerusakan dini akibat kesalahan prosedur teknis. 3. Sinergi Kelembagaan dan Profesi: Kerja sama dengan HPJI memberikan nilai tambah yang signifikan, memastikan materi bimbingan selaras dengan pembaruan standar spesifikasi teknis jalan dan jembatan yang berlaku secara nasional. 4. Peningkatan Integritas Teknis: Penguatan kompetensi melalui Bimtek ini menjadi landasan penting bagi personel pengawas untuk menjalankan fungsinya secara profesional, transparan, dan akuntabel demi menghasilkan infrastruktur yang bermutu tinggi di Jawa Barat.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 06 Tahun 2026 - DBMPR Jabar Bedah Potensi Arsitektur Lanskap dalam Pembangunan Infrastruktur Modern
BANDUNG – Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat sukses menyelenggarakan Webinar Jakon Jabar Seri 6 pada Rabu, 04 Maret 2026. Dengan mengangkat tema “Ruang Lingkup dan Jabatan Kerja Bidang Arsitektur Lanskap”, kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakrawala para praktisi mengenai peran penting estetika, fungsi lingkungan, dan tata ruang hijau dalam ekosistem konstruksi. Acara ini menghadirkan dua pakar dari Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), yaitu Rahman Andra Wijaya, S.T., M.T., IALI dan Dedy Guswandy, SP, MM, IALI, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, kedua narasumber menekankan pentingnya sinergi antara struktur bangunan dengan lingkungan sekitar serta prospek karir dan standardisasi jabatan kerja di bidang lanskap yang semakin krusial dalam pembangunan perkotaan. Diskusi dipandu secara dinamis oleh Ir. Lola Madjid, MM, IALI selaku moderator. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi dengan IALI ini diikuti oleh 875 peserta, yang terdiri dari 292 peserta pemegang Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dan 583 peserta dari kalangan masyarakat jasa konstruksi umum. Penyelenggaraan webinar ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Tenaga Ahli Konstruksi. Melalui pendalaman materi mengenai arsitektur lanskap, para tenaga ahli diharapkan mampu mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan ke dalam proyek-proyek konstruksi masa depan, sekaligus memenuhi persyaratan administratif profesional mereka. Berdasarkan pelaksanaan Webinar Jakon Jabar Seri 6, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama sebagai berikut: 1. Integrasi Multidisiplin: Arsitektur lanskap bukan sekadar pelengkap estetika, melainkan komponen integral dalam perencanaan infrastruktur yang berfungsi sebagai solusi mitigasi lingkungan dan peningkatan kualitas hidup perkotaan. 2. Kejelasan Jenjang Karir: Pemahaman mengenai jabatan kerja di bidang lanskap sangat penting bagi praktisi untuk memastikan kesesuaian kompetensi dengan tanggung jawab profesional di lapangan sesuai dengan standar IALI. 3. Optimalisasi Program PKB: Kegiatan ini secara efektif membantu para tenaga ahli konstruksi dalam memenuhi kewajiban PKB mereka dengan menyajikan materi yang relevan terhadap tren pembangunan berbasis nature-based solutions. 4. Kemitraan Strategis: Kerjasama antara pemerintah provinsi dan asosiasi profesi (IALI) terbukti menjadi jembatan yang efektif dalam menyelaraskan kebutuhan industri dengan standar kompetensi para tenaga ahli di Jawa Barat.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 05 Tahun 2026 - Kupas Tuntas Filosofi Perkerasan Jalan, DBMPR Jabar Perkuat Kompetensi Infrastruktur Transportasi
BANDUNG – Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat kembali menggelar agenda peningkatan kapasitas melalui Webinar Jakon Jabar Seri 5 pada Rabu, 25 Februari 2026. Kali ini, fokus bahasan diarahkan pada aspek krusial infrastruktur darat dengan tema “Desain Perkerasan Jalan: Filosofi Sampai Perancangan”. Hadir sebagai narasumber utama, pakar perkerasan jalan Dr. Ir. Prayoga Luthfil Hadi S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., memberikan pemaparan komprehensif mengenai landasan filosofis di balik pemilihan tipe perkerasan hingga detail teknis perancangannya agar mampu memikul beban lalu lintas secara optimal. Acara yang dipandu oleh Heru Judi H. Gultom S.T., M.T. selaku moderator ini berjalan sangat interaktif dengan diskusi mendalam seputar inovasi material dan ketahanan jalan. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama strategis antara DBMPR Jawa Barat dengan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI). Tercatat sebanyak 934 peserta dari kalangan masyarakat jasa konstruksi turut berpartisipasi, yang terdiri dari 309 peserta pemegang Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dan 625 peserta non-SKK. Sebagai bagian dari Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Tenaga Ahli Konstruksi, webinar ini bertujuan untuk memastikan para praktisi jalan di Jawa Barat memiliki pemahaman yang selaras dengan standar teknis terkini. Partisipasi aktif para pemegang SKK dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen profesi dalam menjaga mutu infrastruktur jalan yang berkelanjutan di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan pelaksanaan Webinar Jakon Jabar Seri 5, dapat dirangkum beberapa poin kesimpulan sebagai berikut: 1. Pentingnya Filosofi Desain: Perancangan jalan yang efektif harus dimulai dari pemahaman filosofi beban dan lingkungan yang tepat, sehingga hasil konstruksi memiliki masa layanan yang panjang dan efisien secara biaya pemeliharaan. 2. Peningkatan Standar Teknis: Melalui paparan narasumber yang bersertifikasi internasional (ASEAN Eng), peserta mendapatkan wawasan mengenai standar perkerasan yang kompetitif di tingkat regional. 3. Pemenuhan Kewajiban PKB: Penyelenggaraan ini secara efektif memfasilitasi tenaga ahli konstruksi dalam memenuhi kredit PKB mereka, sekaligus memastikan kompetensi mereka tetap relevan dengan dinamika teknologi infrastruktur transportasi. 4. Sinergi Organisasi Profesi: Kolaborasi bersama HPJI menegaskan pentingnya keterlibatan asosiasi profesi spesialis dalam mendukung program-program pemerintah untuk menciptakan ekosistem konstruksi yang profesional dan kredibel.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 04 Tahun 2026 - Dukung Target Net Zero Emission, DBMPR Jabar Dorong Implementasi Green Building di Sektor Konstruksi
BANDUNG – Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi menuju pembangunan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Webinar Jakon Jabar Seri 4 pada Kamis, 19 Februari 2026, yang mengangkat tema progresif: “Green Building dan Net Zero Emission”. Acara ini menghadirkan pakar lingkungan dan konstruksi, Prof. Dr. Rina Marina Masri, MP, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa penerapan konsep bangunan gedung hijau (green building) bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menekan emisi karbon dan mencapai target Net Zero Emission di Jawa Barat. Diskusi berlangsung dinamis di bawah panduan Amar Mufhidin, M.T. selaku moderator. Penyelenggaraan seri ke-4 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara DBMPR Jawa Barat dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini berhasil menarik minat 1.131 partisipan, yang terdiri dari 330 peserta pemegang Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dan 801 peserta dari unsur masyarakat jasa konstruksi umum. Sebagai bagian dari Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), webinar ini memberikan wawasan baru bagi para Tenaga Ahli Konstruksi mengenai material ramah lingkungan dan efisiensi energi. Keikutsertaan para pemegang SKK dalam tema ini menjadi bukti kesiapan praktisi di lapangan dalam mengadopsi standar konstruksi hijau yang kini menjadi prioritas nasional. Berdasarkan pelaksanaan Webinar Jakon Jabar Seri 4, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama: 1. Urgent Transition: Terdapat kebutuhan mendesak untuk mengalihkan paradigma konstruksi konvensional menuju praktik Green Building guna mendukung ketahanan iklim dan efisiensi sumber daya di wilayah Jawa Barat. 2. Peningkatan Literasi Keberlanjutan: Tingginya antusiasme peserta (total 1.131 orang) menunjukkan kesadaran kolektif yang mulai terbangun di kalangan praktisi dan akademisi mengenai pentingnya target emisi nol bersih dalam siklus hidup bangunan. 3. Relevansi PKB Terhadap Isu Global: Program PKB kali ini berhasil menjembatani kebutuhan administratif tenaga ahli dengan penguasaan isu-isu global, sehingga kompetensi tenaga ahli Jawa Barat tetap relevan dengan standar internasional. 4. Sinergi Akademisi-Pemerintah: Kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat basis riset dan keilmuan dalam setiap kebijakan pembangunan infrastruktur yang diambil oleh pemerintah provinsi.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 03 Tahun 2026 - Tingkatkan Akurasi Desain Struktur, DBMPR Jabar Fasilitasi Pendalaman Software ETABS bagi Praktisi Konstruksi
BANDUNG – Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat kembali memperkuat kapasitas teknis sumber daya manusia konstruksi melalui penyelenggaraan Webinar Jakon Jabar Seri 3. Acara yang berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026 ini mengangkat tema teknis yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yaitu “Analisis dan Desain Struktur Bangunan Gedung Menggunakan ETABS”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Alif Muhammad Reza, S.T., M.T., yang membedah secara mendalam mengenai pemodelan struktur, analisis beban, hingga optimasi desain bangunan gedung agar memenuhi standar keamanan dan efisiensi. Jalannya diskusi dipandu secara interaktif oleh Aulia Nafis selaku moderator. Penyelenggaraan seri kali ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara DBMPR Jawa Barat dengan Asdamkindo. Antusiasme peserta tetap terjaga dengan total kehadiran 1.286 orang, yang terdiri dari 420 peserta pemegang Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dan 866 peserta non-SKK dari berbagai elemen masyarakat jasa konstruksi. Sebagai bagian dari Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), webinar ini memiliki peran krusial bagi para Tenaga Ahli Konstruksi. Melalui pemahaman mendalam terhadap perangkat lunak ETABS, para pemegang SKK diharapkan dapat meningkatkan presisi dalam perancangan struktur bangunan di lapangan, sekaligus memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi tahunan mereka. Berdasarkan pelaksanaan Webinar Jakon Jabar Seri 3, dapat diambil beberapa poin kesimpulan sebagai berikut: 1. Digitalisasi Konstruksi: Penguasaan alat bantu analisis struktur seperti ETABS merupakan kebutuhan mutlak bagi tenaga ahli untuk menjamin keandalan struktur bangunan yang kompleks di wilayah Jawa Barat. 2. Pemerataan Pengetahuan Teknik: Kehadiran 866 peserta non-SKK menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi teknologi desain struktur sangat tinggi di kalangan praktisi dan mahasiswa, yang menjadi modal penting bagi regenerasi tenaga ahli di masa depan. 3. Optimalisasi PKB: Program ini secara konsisten berhasil memfasilitasi tenaga ahli dalam mengumpulkan nilai kredit PKB melalui materi yang aplikatif dan berbasis pemecahan masalah teknis di dunia kerja. 4. Sinergi Kelembagaan: Kerja sama yang berkelanjutan dengan asosiasi seperti Asdamkindo terbukti mampu memperluas jangkauan pembinaan dan memastikan materi yang disampaikan selaras dengan standar praktik di industri jasa konstruksi.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 02 Tahun 2026 - Perkuat Budaya Keselamatan, DBMPR Jabar Gelar Webinar SMKK dalam Rangka PKB Tenaga Ahli
BANDUNG – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Jasa Konstruksi terus berkomitmen meningkatkan standar keamanan di sektor infrastruktur. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Webinar Jakon Jabar Seri 2 dengan tema utama “Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)” yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan strategis ini menghadirkan pakar manajemen konstruksi ternama, Prof. Ir. Heni Fitriani, ST, MT, Ph.D, IPU, Asean Eng, sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa SMKK bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan fondasi utama dalam menjamin keselamatan, kesehatan kerja, dan keberlanjutan proyek konstruksi di era modern. Dipandu oleh Olga Rozario, SH selaku moderator, acara yang berkolaborasi dengan AK3L ini mencatat tingkat partisipasi yang luar biasa. Sebanyak 2.191 peserta dari kalangan masyarakat jasa konstruksi turut bergabung, mencakup 582 peserta pemegang Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dan 1.609 peserta non-SKK. Sebagai bagian dari Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), webinar ini memberikan nilai tambah krusial bagi para tenaga ahli. Melalui partisipasi aktif ini, para pemegang SKK tidak hanya memperbarui pengetahuan teknis mereka, tetapi juga memastikan pemenuhan persyaratan administratif profesional sesuai dengan regulasi yang berlaku. Berdasarkan pelaksanaan Webinar Jakon Jabar Seri 2, poin-poin kesimpulan utamanya adalah: 1. Internalisasi Budaya K3: Sosialisasi SMKK secara konsisten sangat penting untuk menekan angka kecelakaan kerja dan kegagalan konstruksi melalui perencanaan dan pengendalian risiko yang sistematis. 2. Akselerasi Kompetensi: Tingginya jumlah peserta non-SKK menunjukkan antusiasme besar dari masyarakat jasa konstruksi untuk naik kelas menuju standar profesional yang diakui secara nasional. 3. Implementasi PKB yang Efektif: Penyelenggaraan webinar ini terbukti efektif sebagai instrumen PKB bagi tenaga ahli konstruksi untuk menjaga validitas kompetensi sekaligus mengasah keahlian sesuai dinamika industri. 4. Kolaborasi Pentahelix: Sinergi antara pemerintah (DBMPR), akademisi, dan asosiasi profesi (AK3L) menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem konstruksi Jawa Barat yang lebih aman, bermutu, dan berdaya saing global.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Webinar Seri 01 Tahun 2026 - Sains dan Teknologi Jadi Kunci Ketangguhan Konstruksi Jawa Barat Hadapi Risiko Gempa dan Longsor
BANDUNG – Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat sukses menyelenggarakan Webinar Jakon Jabar Seri 1 pada Rabu, 21 Januari 2026. Mengusung tema “Peranan Sains & Teknologi Gempa Bumi - Kelongsoran dalam Menghadapi Ketangguhan Bencana di Dunia Konstruksi di Jawa Barat”, kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat standar keamanan infrastruktur di wilayah rawan bencana. Acara yang digelar secara daring ini merupakan hasil kolaborasi apik antara DBMPR Provinsi Jawa Barat dengan Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (STTC). Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan total partisipasi mencapai ribuan orang, yang terdiri dari 497 peserta pemegang Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dan 1.260 peserta umum/non-SKK. Diskusi teknis dipandu oleh Nono Carsono, S.T., M.T. selaku moderator, dengan menghadirkan pakar konstruksi Arif Hanif Hidayat, ST.MT. sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Arif menekankan pentingnya integrasi data sains kebumian ke dalam perencanaan teknis (engineering design) untuk meminimalisir dampak kegagalan bangunan akibat pergerakan tanah dan getaran seismik. Kegiatan ini secara khusus difungsikan sebagai Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Bagi tenaga ahli yang memiliki SKK, partisipasi ini menjadi instrumen penting untuk memelihara kompetensi sekaligus memenuhi persyaratan regulasi dalam menjaga profesionalisme di industri jasa konstruksi. Kesimpulan Kegiatan Berdasarkan pelaksanaan Webinar Jakon Jabar Seri 1, dapat disimpulkan beberapa poin utama: 1. Peningkatan Kapasitas SDM: Kegiatan ini berhasil menjadi wadah transfer pengetahuan yang efektif, terbukti dari jangkauan peserta yang luas (1.757 orang), baik dari kalangan profesional bersertifikat maupun masyarakat jasa konstruksi umum. 2. Urgensi Adaptasi Teknologi: Menghadapi tantangan geografis Jawa Barat, implementasi sains dan teknologi mutakhir dalam mitigasi gempa dan longsor mutlak diperlukan guna mewujudkan konstruksi yang tangguh (resilient) dan berkelanjutan. 3. Kepatuhan Regulasi (PKB): Penyelenggaraan ini memenuhi amanat pengembangan profesi berkelanjutan, memastikan tenaga ahli konstruksi di Jawa Barat tetap up-to-date terhadap dinamika teknis dan risiko kebencanaan terbaru. 4. Sinergi Akademisi & Pemerintah: Kerja sama dengan STTC menunjukkan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam menyebarluaskan edukasi teknis yang kredibel bagi praktisi di lapangan.
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Kamis, (16/4) - Kegiatan pembekalan dan uji sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 5 serta Petugas K3 Konstruksi Jenjang 3 resmi ditutup oleh Kepala Bidang Bina Konstruksi.
Kamis, (16/4) - Kegiatan pembekalan dan uji sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 5 serta Petugas K3 Konstruksi Jenjang 3 resmi ditutup oleh Kepala Bidang Bina Konstruksi, Fakhrul. Penutupan berlangsung dengan suasana tertib dan penuh antusias dari seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan selama 3 hari ini. Dalam arahannya, Kabid Bina Konstruksi menekankan pentingnya ilmu yang telah diperoleh selama pembekalan agar benar-benar diterapkan di lapangan. Ia berharap para peserta dapat meningkatkan kualitas keselamatan dan kesehatan kerja di sektor konstruksi, sehingga mampu meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Sebagai bentuk apresiasi, Kabid bersama asesor juga menyerahkan hadiah kepada masing-masing tiga peserta terbaik dari uji sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 5 dan Petugas K3 Konstruksi Jenjang 3. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang K3 konstruksi. #MedanUntulSemua #PemkoMedan #DinasSDABMBKKotaMedan Selengkapanya dapa dilihat dari https://www.instagram.com/p/DXME7Q3k9YF/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
KONSTRUKSI 5 menit baca
SIPJAKI NEWS • 4 months ago
Senin (20/4), bertempat di Ruang Rapat 1 Dinas SDABMBK Kota Medan, Kepala Bidang Bina Konstruksi, Fakhrul, memimpin rapat pembahasan Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwal) tentang Pedoman Pengawasan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di Medan.
Rapat ini dilaksanakan dalam rangka penguatan substansi regulasi daerah terkait pedoman pengawasan penyelenggaraan jasa konstruksi, guna mewujudkan tertib penyelenggaraan, peningkatan kualitas pengawasan, serta penguatan tata kelola jasa konstruksi yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Dalam pembahasan tersebut, turut dibahas ruang lingkup pengawasan, mekanisme pelaksanaan pengawasan rutin dan insidental, objek pengawasan, sistem pelaporan, tindak lanjut, serta penguatan aspek kepatuhan terhadap ketentuan dan standar penyelenggaraan jasa konstruksi. Melalui forum ini, diharapkan Ranperwal yang sedang disusun dapat menjadi instrumen pendukung dalam pelaksanaan fungsi pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi oleh pemerintah daerah, sekaligus menjadi landasan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, tertib, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas SDABMBK Kota Medan dalam mendorong penguatan regulasi, peningkatan koordinasi, serta optimalisasi penyelenggaraan jasa konstruksi di Medan. #MedanUntukSemua #PemkoMedan #DinasSDABMBKKotaMedan Informasi selengkapnya dapat dilihat pada link https://www.instagram.com/p/DXWxEHakyfM/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==
KONSTRUKSI 5 menit baca