DPUPR dan Fakultas Teknik UM Teken Perjanjian Kerjasama
MALANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM) Tentang Pengembangan Dalam Bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), Rabu (13/8/2025).
Penandatanganan (teken) PKS ini dilakukan oleh Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra dengan Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Andoko.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Implementasi Kerja Sama antara Program Studi S1 Teknik Sipil Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan FT UM dengan DPUPR Kabupaten Probolinggo Tentang Pengembangan Operasional Laboratorium Pengujian Konstruksi oleh Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil FT UM Nindyawati dengan Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra.
Turut menyaksikan penandatanganan yang dilaksanakan di ruang rapat 1 Gedung B11 Lantai I (Pintu Timur) FT UM ini jajaran Wakil Dekan FT UM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo, anggota TP2D Kabupaten Probolinggo Hamim Wajdi dan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Probolinggo Adhy Catur Indra Bawono.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Andoko menyambut baik terjalinnya perjanjian kerja sama antara Fakultas Teknik UM dan Pemkab Probolinggo. Kerja sama ini menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kelembagaan di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan SDM secara menyeluruh.

“Perjanjian ini tidak hanya memperkuat kerja sama dalam pelayanan dan pendampingan laboratorium pengujian konstruksi seperti beton, aspal dan tanah, tetapi juga membuka ruang yang luas untuk kegiatan akademis seperti seminar, diskusi serta riset dan pengembangan bersama,” ujarnya.
Andoko menekankan kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat timbal balik bagi kedua institusi, terutama dalam hal peningkatan kapasitas laboratorium, penguatan mutu akademik serta transfer pengetahuan dan teknologi yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.
“Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen untuk terus mendorong sinergi yang berkelanjutan guna menghasilkan inovasi dan solusi konkret dalam mendukung pembangunan berbasis keilmuan,” tegasnya.
Sementara Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra menyampaikan laboratorium pengujian konstruksi DPUPR saat ini masih memerlukan penguatan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kelengkapan peralatan.
“Salah satu kebutuhan mendesak adalah peningkatan kompetensi teknis atau up grading skill bagi para operator laboratorium agar hasil pengujian yang dilakukan sesuai dengan standar dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Selain itu, beberapa fasilitas pengujian, khususnya di laboratorium tanah masih belum optimal dan perlu dilengkapi,” ujarnya.

Melalui kerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ini Hengki berharap tidak hanya terjadi transfer pengetahuan dan peningkatan kualitas laboratorium, tetapi juga terbuka peluang kolaborasi di bidang lain seperti perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya air.
“Dengan adanya kerjasama antara laboratorium pengujian konstruksi DPUPR dan laboratorium struktur Fakultas Teknik UM ini diharapkan dapat memberikan peningkatan mutu kualitas pengujian laboratorium DPUPR terutama dalam rangka pemenuhan standart Akreditasi Nasional. Selain itu diharapkan ada peningkatan kualitas mutu pekerjaan konstruksi di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Anggota TP2D Kabupaten Probolinggo Hamim Wajdi menerangkan kerja sama antara DPUPR Kabupaten Probolinggo dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ini merupakan langkah strategis diharapkan dapat meningkatkan keahlian operator laboratorium dalam menjalankan proses pengujian konstruksi secara profesional dan terstandar.
“Peningkatan kompetensi ini sangat penting karena akan berdampak langsung pada akurasi hasil pengujian serta mendorong kepercayaan publik terhadap layanan laboratorium pengujian konstruksi,” urainya.
Selain aspek teknis jelas Hamim, kerja sama ini juga memiliki potensi ekonomi. Ketika kualitas layanan laboratorium meningkat dan memenuhi standar, maka penggunaan jasa laboratorium oleh pihak ketiga juga akan meningkat. Hal ini tentu berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi layanan pengujian konstruksi.