Berita

Pencarian

15 Jan

FIDIC INTERNATIONAL INFRASTRUCTURE CONFERENCE (INNOVATIVE INFRASTRUCTURE SOLUTION) INOVASI SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN INFRASTRUKTUR GLOBAL (oleh: Kimron Manik dan Henrico)



Pada tanggal 28 September 2014 sampai dengan 1 Oktober 2014, diselenggarakan FIDIC INTERNATIONAL INFRASTRUCTURE CONFERENCE di Rio De Janeiro, Brazil yang mengambil tema Innovative Infrastructure Solution. Enam orang delegasi Indonesia berkesempatan hadir  dalam kegiatan tersebut yakni tiga orang perwakilan dari Ikatan  Konsultan Indonesia (INKINDO) dan dua orang perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Bpk Kimron Manik dan Bpk Henrico). Secara umum, kegiatan konferensi FIDIC tahun 2014, sangat bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi, tantangan, dan solusi dari pembangunan infrastruktur di seluruh dunia.Pembicara yang memberikan materi juga sangat baik dalam menjelaskan seluruh informasi yang terkait dengan tantangan dan inovasi solusi infrastruktur global sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

MENGHADAPI TANTANGAN INFRASTRUKTUR GLOBAL

Federation Internationale des Ingenieur-Conseilsatau FIDIC, asosiasiconsulting engineerinternasional, dengan prinsip â??one country one consulting engineer association memberâ??, memandang bahwa Infrastruktur sangat kritikal untuk mengurangi kemiskinan di berbagai Negara.Ketersediaan infrastruktur dasar memiliki dampak yang sangat besar bagi kualitas kehidupan manusia.Oleh sebab itu, pembahasan solusi dari setiap hambatan dan tantangan dalam pembangunan infrastruktur harus selalu dilakukan secara intensif.Ada 4 tantangan pembangunan infrastruktur yang menjadi isu pembahasan dalan konferensi,yakni: pendanaan, urbanisasi, pemanasan global dan teknologi informasi. Adapun tantangan tersebut hanya dapat diatasi oleh inovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Terkait dengan tantangan pendanaan,pembangunan infrastruktur sebagian besar masih menggunakan danapemerintah yang pasti masih belum cukup, sehingga memerlukan peran serta yang lebih dari swasta untuk menutup kekurangan pendanaan. Partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur saat ini paling besar di negara Brazil dengan nilai partisipasi swasta pada tahun 2013 mencapai kurang lebih USD 35 miiliar, diikuti oleh Turki, India, Mexico, Rusia dan Cina. Adapun sektor yang menjadi target partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur adalah di bidang energi yang mencapai 43 % dari total nilai partisipasi swasta dan telekomunikasi yang mencapai 29 % dari total nilai partisipasi swasta.

Sebagai pembanding,Indonesia, sebagai negara yang sedang intensif melakukan pembangunan infrastruktur, partisipasi swasta masih terbilang cukup minim.Dari total dana pembangunan infrastruktur dan sektor riil dalam Masterpan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sebesar Rp355 triliun, pihak swasta hanya menyumbang kontribusi 5 %, sedangkan kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 30 %, pemerintah sebesar 36 %, dan campuran (BUMN, Pemerintah, Swasta) sebesar 28 %.Partisipasi swasta di Indonesia, perlu disadari masih sangat minim dan harus dapat ditingkatkan, mengingat berdasarkan analisis yang dilakukan oleh salah satu pembicara, setiap peningkatan investasi infrastruktur sebesar 10 % akan meningkatkan GDP suatu negara sebesar 1%.

Oleh sebab itu, sesungguhnya pendanaan oleh swasta adalah salah satu kunci bagi Indonesia untuk dapat melakukan pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Peran swasta dalam membangun infrastruktur dapat ditingkatkan dengan inovasi skema dan insentif dari pemerintah agar swasta dapat masuk ke proyek infrastruktur serta penyederhanaan regulasi perizinan investasi yang dapat mempermudah investor asing dan swasta nasional masuk ke dalam proyek infrastruktur.

Terkait dengan permasalahan urbanisasi, pembangunan infrastruktur dihadapkan kepada situasi dimana jumlah penduduk perkotaan yang meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun.Selain itu, berdasarkan data yang ada, 54 % dari total populasi di dunia merupakan masyarakat perkotaan selain itu 75 % konsumsi energi dunia berasal dari perkotaan dan merupakan penyumbang 80 % dari emisi CO2. Oleh sebab itu, perencanaan pembangunan infrastruktur perkotaan yang terintegrasi menjadi sangat penting. Infrastruktur perkotaan yang terintegrasi dapat terbentuk dengan suatu transformasi,di mulai dari â??brick and steel infrastructureâ?? dimana bangunan infrastruktur masih dibangun dengan teknologi dasar, semi automated infrastructure dimana gedung-gedung sudah dibangun secara modern dan manajemen lalu lintas sudah dilakukan meskipun masih bersifat statis, smart infrastructure dimana gedung sudah dibangun dengan teknologi otomasi serta manajemen lalu lintas yang dinamis danfully integrated and intelligent infrastructuredimana seluruh infrastruktur sudah terintegrasi secara real time. Tentunya transformasi tersebut hanya dapat dicapai dengan peningkatan kapasitas institusional Pemerintah dalam memetakan infrastruktur yang ada serta melakukan inovasi dalam merencanakan pengembangan infrastruktur perkotaan yang terintegrasi.

Berdasarkan tantangan-tantangan dalam pembangunan infrastruktur, menjadi pertanyaan adalah dimana peran consulting engineer.Presiden FIDIC dalam pembukaan konferensi ini menyatakan bahwa keterbatasan pendanaan infrastruktur di seluruh dunia, membuat kita harus meluangkan banyak waktu untuk melakukan perencanaan yang berkualitas dibanding melaksanakan pembangunan, hal tersebut membuat peranconsulting engineersangat strategis dalam pembangunan infrastruktur.Tiga peran strategis consulting engineer yakni:

a.       Mendukung inovasi proses konstruksi dengan selalu memperbaharui trend dan pengetahuan akan teknologi-teknologi baru, meningkatkan pemahaman mengenai keterkaitan antara infrastruktur diberbagai sektor serta memberikan masukan kepada pemasok teknologi terkait kebutuhan dilapangan.

b.      Menjadi penasihat yang dapat dipercaya bagi pengguna jasa dan kontraktor dengan cara memfasilitasi komunikasi antar pihak, menciptakan transparansi dari setiap risiko dan peluang-peluang solusi baru, serta dengan memberikan advokasi pengadaan berdasarkan kinerja spesifikasi

c.       Berpartisipasi dalam setiap standarisasi di setiap bidang jasa konstruksi, dengan cara mengikuti kegiatan standarisasi dilingkungan regional dan internasional.,




BERITA LAIN DALAM KATEGORI PENGUMUMAN

10 Des

Uji Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi Kabupaten Bengkulu Tengah

Selengkapnya
30 Okt

Pembinaan Jasa Kontruksi

Selengkapnya
26 Sep

FASILITASI UJI SERTIFIKASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI TERAMPIL ON SITE DI AMUNTAI KAB. HULU SUNGAI UTARA KALSEL

Selengkapnya
04 Sep

DAFTAR REKOM PENERBITAN IUJK

Selengkapnya
01 Agu

Pra Forum dan Sidang Forum Jasa Konstruksi Daerah

Selengkapnya
16 Jul

SOSIALISASI TENTANG SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUPASI BAGI PPK DAN PEJABAT PENGADAAN BARANG/ JASA PEMERINTAH 2019

Selengkapnya
16 Jul

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI TENAGA KERJA TERAMPIL KONSTRUKSI KECAMATAN TATAH MAKMUR

Selengkapnya
28 Jun

Bimbingan Teknis SIPJAKI Kab/Kota di Ruang Rapat Cipta Dinas PUPR Prov. Bali tanggal 27 Juni 2019

Selengkapnya
02 Mei

PELATIHAN BIMBINGAN TEKNIS SISTIM INFORMASI PEMBINA JASA KONSTRUKSI (SIPJAKI) 2019

Selengkapnya
04 Mar

PELATIHAN ADMINISTRATOR SIPJAKI TAHUN ANGGARAN 2019

Selengkapnya
18 Sep

Hasil Penilaian Klasifikasi dan Subklasifikasi Tenaga Kerja Desa Pangsan Kabupaten Badung

Selengkapnya
13 Sep

BIMTEK PJT 27 s/d 29 Oktober 2018 di Hotel Lelemuku MALTENG

Selengkapnya
27 Agu

Pelaksanaan Sosialisasi Pemanfaatan Dana Untuk Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Jasa Konstruksi

Selengkapnya
02 Jul

Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan

Selengkapnya
21 Jun

UJI KOMPETENSI/ SERTIFIKASI TUKANG BATU DAN KAYU DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR 2018

Selengkapnya
21 Jun

UJI KOMPETENSI/ SERTIFIKASI TUKANG KAYU DI KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR 2018

Selengkapnya
21 Jun

PELATIHAN TUKANG KAYU MENGGUNAKAN MOBILE TRAINING UNIT (MTU) DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR 2018

Selengkapnya
16 Jul

PELATIHAN TUKANG KAYU MENGGUNAKAN MOBILE TRAINING UNIT (MTU) DI KECAMATAN TATAH MAKMUR, KABUPATEN BANJAR

Selengkapnya
02 Apr

SOSIALISASI UNDANG - UNDANG NO. 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI DAN RAPAT KOORDINASI TIM PEMBINA JASA KONSTRUKSI SE KABUPATEN BANJAR, T.A. 2018

Selengkapnya
21 Mar

DAFTAR KEGIATAN BIDANG BINA JASA KONSTRUKSI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN BANJAR T.A. 2017

Selengkapnya