17 Mei

KICK OFF PERCEPATAN SERTIFIKASI SERENTAK WILAYAH KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Bertempat di halaman kantor Satker PJN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Beluluk Kecamatan Pangakalan Baru Kabupaten Bangka Tengah (9/5/2018), Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kick Off Percepatan Sertifikasi Serentak Tenaga Konstruksi di Wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Acara dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Kepala Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Balai dan Satker serta tim Pembina jasa konstruksi provinsi dan Kabupaten/kota.

 Dalam sambutannya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Erzaldi Rosman menegaskan pentingnya tenaga terampil dalam penyelenggaraan pembangunan konstruksi di daerah. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi Pasal 70 Ayat (1) yang berbunyi setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja.

“Tindaklanjut dari Undang-undang tersebut, pada tahun 2017 yang lalu saya sudah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur tentang percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi”, Jelasnya.  Surat edaran ini menurutnya menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melaksanakan ketentuan perundangan-udangan yang berlaku. Kompetensi tenaga kerja dalam penyelenggaraan jasa konstruksi menjadi keharusan dan dilaksanakan tidak hanya oleh pemerintah provinsi tetapi juga pemerintah kabupaten/kota di provinsi kepulauan bangka belitung.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin dalam sambutannya menjelaskan pentingnya dukungan stakeholder bidang jasa konstruksi dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi tenaga terampil konstruksi. “Kerjasama penting dilakukan salah satunya dalam pelaksanaan program link and match dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), politeknik, dan Perguruan Tinggi melalui optimalisasi pemagangan dengan BUMN Karya”, jelasnya.

Syarif juga mengungkapkan tenaga kerja konstruksi yang melaksanakan proyek konstruksi wajib menerapkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta tertib melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Jika hal dijalankan dengan baik bisa dipastikan pekerjaan konstruksi menjadi aman dan berkualitas”, tegasnya.

Kick Off Percepatan Sertifikasi Serentak Tenaga Konstruksi di Wilayah Kepulauan Bangka Belitung tahap pertama ini diikuti lebih dari 400 peserta terutama yang bekerja dalam proyek konstruksi di lingkungan unit organisasi Kementerian PUPR seperti Balai/Satker Ditjen Sumber Daya Air 90 orang tenaker konstruksi, Balai/Satker Ditjen Bina Marga 135 orang tenaker konstruksi, Balai/Satker Ditjen Cipta Karya 180 orang tenaker konstruks, Satker Ditjen Penyediaan Perumahan sebanyak 45 Orang. Serta 90 orang tenaker konstruksi Satker Dinas PU Pemerintah kabupaten bangka tengah dan Dinas PU Pemerintah bangka selatan.

“Saya atas nama panitia menyampaiakn apresiasi kepada semua pihak atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini”, jelas Wagino, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang. Pihaknya terus berupaya kegiatan tersebut di beberapa daerah dalam wilayah tugasnya untuk mendorong pencapaian target tenaga kerja konstruksi yang kompeten. “Sebelumnya kita sudah melakukan kick di beberapa provinsi anara lain Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung”, ungkapnya. (ES)